Asma Dewi, sosok yang menurut polisi mentransfer uang Rp 75 juta ke kelompok Saracen hanya seorang operator, polisi harus ungkap dan tangkap bosnya.

“Patut diduga Asma Dewi ini hanya seorang operator, disebutkan ia hanya seorang ibu rumah tangga, tidak mungkin uang Rp 75 juta yang ditransfer ke Saracen uangnya sendiri, maka polisi perlu ungkap siapa bosnya dan menangkapnya.”

Dari foto-foto dokumentasi di Facebook Asma Dewi terlihat ia aktif di Tim Nomer 3, Anies Sandi yang kini terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Polisi perlu mengungkap peran Asma Dewi di Pilkada DKI yang lalu.

“Foto-foto Asma Dewi dengan tokoh-tokoh Pemenangan Anies Sandi bisa menjadi petunjuk Polisi untuk mengungkap peran Asma Dewi, apalagi sudah ada pengakuan dari Novel Bamukmin, FPI kalau Asma Dewi adalah Bendahara Presidium Alumni 212, dan dari Fahira Idris kalau Asma Dewi aktif di Demo 411, 212 dan demo-demo selanjutnya”

Meskipun hasil Pilkada DKI tidak bisa dianulir, walaupun Asma Dewi bisa dibuktikan terlibat misalnya, tapi tujuannya cara-cara yang dilakukannya yang menggunakan isu-isu SARA agar tidak dilakukan oleh tim politik dalam kontestasi politik dan membuat efek jera.

“Bos dan jaringan Asma Dewi di Pilkada DKI harus diungkap, bukan untuk menganulir hasil Pilkada DKI, tapi agar menjadi pelajaran bagi Tim Sukses yang lain dalam Pilkada di wilayah lain dan membuat efek jera”

Mohamad Guntur Romli