Kita harus toleran, kecuali pada intoleransi, toleransi adalah sikap berpihak, ia bukan netralitas bukan pula permisivisme alias semua boleh.

Konsekuensi toleransi adalah tidak hanya toleran pada pandangan dan sikap yang berbeda, tapi juga kegigihan melawan intoleransi yang ingin menafikan, menghapus, mengkafirkan yang berbeda.

Toleransi mewujudkan kebhinnekaan, menerima perbedaan seraya mencari titik-titik temu (al-ikhtilaf fi itharil wihdah). Bhinneka Tunggal Ika!

Sedangkan intoleransi bernafsu pada penyeragaman dan pemberhangusan pada yang berbeda.

Toleransi menerima kritik. Intoleransi melancarkan fitnah.

Toleransi adalah tasamuh, tenggang rasa.

Intoleransi adalah ta’ashshub, fanatisme yang bikin mati rasa.

Toleransi adalah sikap rendah hati. Intoleransi lahir dari tinggi hati.

Toleransi adalah kesadaran dari kedaifan, kelemahan dan kekurangan. Intoleransi puncak dari ketakaburan, sombong, ujub dan kesewenang-wenangan.

Mari Budayakan toleransi, Lawan Intoleransi! ?

Mohamad Guntur Romli