Menteri Agama Mesir: Muslim Yang Tewas karena Membela Gereja Mati Syahid

Muslim yang tewas membela gereja maka ia mati syahid. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Wakaf dan Urusan Keagamaan Mesir, Prof. Dr. Muhammad Mukhtar Gumuah dalam khutbah Jumat yang ia sampaikan di Masjid Al-Abbasi, Port Said, Mesir, Jumat 22 Desember 2017.

Apalagi hari-hari ini akan menuju tahun baru Masehi, maka beliau meminta agar warga negara Mesir saling membantu menjaga Gereja seperti halnya mereka menjaga masjid.

Menurut Menteri Agama Mesir tersebut, yang mati karena menjaga gereja seperti halnya yang mati menjaga masjid akan disebut mati syahid sebagai upaya memperkuat prinsip kewarganegaraan dan sebagai pemahaman yang benar tentang agama, yang ia sebut sebagai prioritas agar mereka yang tidak memiliki keahlian dan pengetahuan tidak mencemari Islam dan pemahaman keagamaan yang benar.

Dalam khutbah Jumat yang mengulas soal “introspeksi diri” (muhasabah al-nafs), menjelaskan arti instrospeksi diri sebagai upaya yang mendahului setiap ucapan dan tindakan seseorang sebelum ia melakukannya hendaknya bertanya pada dirinya apakah dalam kategori yang boleh, haram atau makruh, hal ini perlu dilakukan sebagai persiapan akan diuji di akhirat nanti. (sumber).

Prof Dr Muhamamad Mukhtar Gumuah menjabat sebagai Menteri Wakaf dan Urusan Keagamaan Mesir sejak tahun 2013.

Sebelum menjabat sebagai Menteri Agama ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Studi-studi Keislaman dan Arabia di Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir.

Prof Dr Muhammad Mukhtar Gumuah lahir tahun 1966 merampungkan studinya dari strata S1 hingga doktor di Fakultas Studi Keislaman dan Arabia, ia memperoleh gelar doktor dengan prestasi cum laude.

Untuk selanjurnya ia mengabdi dan mengajar di Fakultas almamaternya sampai ia menjabat sebagai dekan.

Untuk informasi tentang Prof Dr Muhammad Mukhtar Gumuuah bisa mengakses blog pribadinya http://www.almokhtarone.com/

(youm7)