HTI Resmi Terlarang, Guntur Romli: Ayo Mantan Pengikut HTI Kembali Ke “PBNU”

Putusan Pengadilan PTUN hari ini resmi menyatakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai terlarang. Gugatan HTI ditolak seluruhnya oleh Majelis Hakim. Mohamad Guntur Romli, kader NU dan Ansor mengajak mantan pengikut HTI untuk kembali ke “PBNU”.

“Alhamdulillah, terima kasih Majelis Hakim, maka, HTI resmi bubar dan terlarang, saya ingin mengajak mantan pengikut HTI untuk kembali ke ‘PBNU’ yakni: Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945” kata Guntur Romli yang menjadi saksi fakta dalam sidang gugatan HTI di PTUN, 8 Maret 2018 lalu.

Putusan Majelis Hakim menurutnya sangat tepat dan upaya untuk melindungi negara dari rongrongan ide luar yang ingin membubarkan NKRI dan mengganti Pancasila.

“HTI itu dalam pengakuan mereka sendiri partai politik, bukan ormas, yang bertujuan ingin mendirikan Negara Khilafah, mereka sudah punya Undang-undang Dasar Negara Khilafah, mau ganti Pancasila, saya sudah sampaikan semuanya di Pengadilan, Alhamdulillah masuk pertimbangan Majelis Hakim, ini penyelamatan negara, Majelis Hakim pahlawan!” Lanjut Guntur Romli yang juga kader Gerakan Pemuda Ansor ini.

Putusan Majelis Hakim juga didasari sikap resmi ormas-ormas Islam terbesar di Indonesia yang menolak ide khilafah HTI, yakni: NU, Muhammadiyah, MUI.

“Saya dari NU, Ansor, pengacaranya Mas Budi dari LBH Ansor, saksi ahli ada Nurzaman dari Densus 88 Ansor, ada KH Ahmad Ishomuddin, Rois Syuriah PBNU, Prof Yudian Wahyudi, Rektor UIN Sunan Kalijaga yang NU, ada Dr Aunur Rofiq dosen dari NU, Prof Zayumardi Azra dan Dr Zuly Qodir, dosen dan cendikiawan muslim dari Muhammadiyah, di luar sidang, KH Ma’ruf Amin baik sebagai Ketua Umum MUI dan Rois Aam Syuriah PBNU telah menolak HTI, demikian pula sikap KH Aqil Sirodj Ketum PBNU dan Dr Haedar Nashir, Ketum Muhammadiyah,” terang Guntur Romli yang akan maju menjadi Caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Guntur Romli mengajak masyarakat mengawal putusan PTUN ini hingga ke level akar rumput.

“Ayo kita kawal putusan PTUN ini hingga ke level akar rumput, sadarkan masyarakat dan umat Islam akan bahayanya HTI dan ide khilafah, kawal dengan langkah persuasif, dan ingatkan juga bagi mereka yang masih ngotot dan maksa ada ancaman pidana penjaranya” tutup Guntur Romli yang dikenal sebagai “anak ideologis” Gus Dur ini.

Sumber: kumparan.com