Mengapa Ada “Pemurtadan Kaffah” di Hizbut Tahrir (HTI)?

Berita Gembira: Hizbut Tahrir (HTI) Dukung PBB! Yang membubarkan Hizbut Tahrir (HTI) ternyata bukan putusan PTUN, tapi Jubir HTI sendiri, Ismail Yusanto, mengapa? Baca tulisan di bawah ini.

Ada dua berita gembira yang berasal dari HTI kemaren pasca putusan PTUN. Pertama, yang kita sudah tahu dan sudah dibahas: pembubaran HTI diputuskan sah oleh Majelis Hakim PTUN sehingga HTI menjadi kelompok terlarang di Indonesia.

Kedua: yang tak banyak dibahas, padahal konsekuensinya lebih serius, yakni: Ismail Yusanto, yang dikenal sebagai Jubir HTI menyatakan mendukung PBB alias Partai Bulan Bintang pimpinan Yusril Ihza Mahendra, Koord Kuasa Hukum/Pembela HTI. (Sumber)

Kalau putusan PTUN hanya membubarkan secara organisasi, maka, ucapan Jubir HTI, Ismail Yusanto itu telah membubarkan Hizbut Tahrir dari sisi ideologinya, karena selama ini Hizbut Tahrir mengharamkan demokrasi, termasuk prosedur di dalamnya, Pemilu, Parpol-parpol yg lahir dari demokrasi, Parlemen, hukum-hukum yang lahir dari parlemen, peradilan, eksekutif.

Hizbut Tahrir mengharamkan pembagian kewenangan seperti yang dikenal dalam konsep “Trias politica” pembagian kekuasaan menjadi tiga, yakni: legislatif, yudikatif dan eksekutif. Bagi Hizbut Tahrir semua produk itu haram semua, bahkan menyebutkan sebagai nidzamul kufr (sistem kafir).

Maka, ucapan Jubir HTI, Ismail Yusanto yg akan mendukung PBB, dan lebih kongkret lagi datang ke bilik suara, mengikuti Pemilu dan mencoblos, berarti pengikut Hizbut Tahrir sudah “murtad kaffah” dari ideologi Hizbut Tahrir. Artinya Hizbut Tahrir sudah bubar dengan sendirinya, tidak hanya dibubarkan melalui Pemerintah, dalam hal ini Kemenkumham, dan disahkan oleh Pengadilan, tapi dengan mengikuti Pemilu artinya Hizbut Tahrir sudah membubarkan ideologi Hizbut Tahrir yang selama ingin mendirikan Khilafah dan mengharamkan demokrasi.

Maka, dengan demikian yang membubarkan Hizbut Tahrir secara kaffah dan mengajak pengikut Hizbut Tahrir “murtad kaffah” dari ideologi Hizbut Tahrir sebenarnya adalah Jubirnya sendiri, yakni: Ismail Yusanto.

Kita harus berterima kasih kepada Yusril Ihza Mahendra dan PBB yang bisa “memurtadkan” secara kaffah pimpinan dan pengikut Hizbut Tahrir dari ideologi kelompok ini.

Selamat!

Wallahu A’lam bis Shawab

Mohamad Guntur Romli