Mengapa Anies Baswedan Resmikan Gardu Listrik?

Sebuah foto Anies Baswedan yang sedang tersenyum lebar beredar. Tangan kirinya memegang seutas pita, tangan kanannya siap menggunting. Ternyata Gubernur DKI ini sedang meresmikan gardu listrik untuk LRT di Jakarta Selatan.

Banyak yang bertanya-tanya, mengapa sekelas Gubernur DKI meresmikan gardu listrik? Meskipun tak ada larangan atau aturan khusus terkait jabatan Gubenur mau meresmikan apapun. Kalau ada RT yang membuat tong sampah kemudian diberi pita, Gubernur Anies pun bisa meresmikan dengan memotong pitanya. Tak ada larangan. Ada posyandu yang biasanya diresmikan ibu RT pun kalau Gubenur Anies mau meresmikan ya silakan.. Tidak ada fatwa haramnya. Mau meresmikan fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus) juga boleh.

Cuma….

Ya kok tega.. misalnya Gubernur ambil jatah ibu RT yang mau eksis dengan peresmian Posyandu, atau Camat yang mau foto-foto dan nampang dengan peresmian gardu listrik diambil alih gubernur atau memang Gubenur ini tidak punya prestasi yang bisa dibanggakan dan dibuat mejeng kecuali peresmian gardu listrik?

Selama ini, baru di era Anies Baswedan, ada gubernur DKI yang meresmikan gardu listrik. General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) pun saya belum pernah melihat sampai ramai-ramai meresmikan gardu listrik.

Kata Anies sih, gardu listrik ini “istimewa” karena listriknya untuk MRT, “ibarat darah” katanya mendramatisir. Dramatisasi memang keahlian Anies. Kalau mau semua dianggap penting dan sekelas gubernur harus meresmikan yang terkait MRT, maka, Anies perlu meresmikan setiap halte MRT, karena penumpang tidak akan bisa masuk kecuali melalui halte MRT, atau setiap memasang pintu di kereta MRT, ini juga harus diresmikan, karena penumpang tidak akan bisa naik ke MRT tanpa melalui pintunya.

Lagipula Gardu Listrik ini kan untuk kepentingan MRT yang bisa dinikmati oleh mereka yang punya duit dan mampu beli tiket MRT (bukan untuk perumahan DP 0 yang dijanjikan oleh Anies selama kampanye)–logika yang sama “MRT hanya bisa dinikmati oleh mereka yang punya duit dan mampu beli tiket” disuarakan oleh pendukung Anies yang nyinyir saat Jokowi membangun tol dan disebut hanya untuk orang kaya yang punya mobil saja.

Ohya katanya gardu listrik ini istimewa, karena kabel listriknya ada ditanam di dalam tanah, bukan bergelantungan dan berantakan seperti kabel-kabel listrik yang membuat polusi artistik di kota Jakarta. Ini saya setuju disebut istimewa, apabila proyek ini direncanakan dan dibuat di era Anies, tapi gardu listrik ini “menumpang” ke proyek MRT. Harusnya Anies ambil contoh di sebuah kawasan, misalnya di Tanah Abang, tanam semua kabel-kabel listrik ke dalam tanah, kemudian resmikan gardu listriknya oleh Anies, ini baru wajar, bukan menumpang ke keringat orang lain.

Kelakuan Anies ini persis pepatah Madura yang ia kutip saat pelantikannya “etek se atellor, ajem se ngerreme (itik yang bertelur, ayam yang mengerami) GM Disjaya yang bekerja keras untuk mewujudkan gardu listrik bawah tanah ini, eh justeru Anies yang datang petantang-petenteng meresmikan proyek ini 😀

Memakai pepatah Madura untuk menyindir, tapi Anies melanggarnya sendiri, ibarat menjilat ludahnya sendiri. Dia ingin menghina, dia meludah, ludahnya sudah jatuh di tanah, tapi dia menjilat ludahnya sendiri karena hinaan berbalik menuju dirinya sendiri.

Ada juga yang bilang, Gubernur Anies meresmikan gardu listrik karena tidak ada yang lain yang menonjol yang bisa ia resmikan, mau proyek apa? Rumah DP 0, OK-OC, air minum dari olahan tinja…

Meresmikan gardu listrik ini tanda Anies sebagai Gubernur belum punya prestasi tapi ingin menunjukkan diri sebagai pejabat bisa meresmikan proyek dengan gunting pipa sambil tersenyum lebar, meski sekelas gardu listrik, Anies butuh liputan media, karena tampaknya dia “kegenitan” namanya disebut sebagai capres & cawapres, meski sebagai gubernur dia baru bisa meresmikan gardu listrik!

Gabener mau dicapreskan. Gabener mau dicawapreskan!

Mohamad Guntur Romli