Sejarah Pembajakan Kalimat Tauhid Sebagai Bendera Politik

Hizbut Tahrir koar-koar bendera mereka yang berwarna putih (Liwa’) dan hitam (Rayah) sebagai Bendera Rasulullah. Faktanya bendera Hizbur Tahrir baru dikenal oleh kalangan Hizbut Tahrir pada tahun 2005, padahal Hizbut Tahrir telah berdiri sejak tahun 1953. Jadi kemana saja selama 52 tahun bendera yang disebut “Bendera Rasulullah” itu, kok baru ditemukan tahun 2005?

Sebenarnya bendera hitam dan putih dengan tulisan kalimat tauhid Laa Ilaha illallah dan Muhammad Rasulullah bukanlah Bendera Rasulullah karena baru ada pada awal abad ke-20. Saya akan menyajikan sejarah pembajakan terhadap kalimat tauhid untuk bendera politik.

Ikhwan Wahabi Saudi (1924-1930): Kelompok Pertama yang Gunakan Kalimat Tauhid dalam Bendera Hitam 

Pada awalnya yang kurang ajar memakai kalimat tauhid sebagai bendera politik adalah Kelompok Ikhwan dari Najed (Saudi saat ini) yang berdiri pada awal abad ke-20.

Saya menyebut Ikhwan Wahabi Saudi untuk membedakannya dengan Kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir  yang didirikan Hasan al-Banna pada awal  abad ke-20 juga.

Tokohnya bernama Sultan bin Bajjad al-Utaibi. Awalnya dia bersekutu dengan Raja Abdul Aziz Bani Saud saat menggulingkan Dinasti Hijaz Wangsa Hasyimi yang menguasai Mekkah dan Madinah, tapi kemudian Ikhwan dan Raja Abdul Aziz Bani Saud pecang kongsi. Ikhwan dihancurkan pada tahun 1930. Sultan bin Bajjad al-Utaibi ditipu saat menyerang, janji Raja Abdul Aziz ia akan diampuni, ternyata dijebloskan ke penjara dan mati membusuk dalam tahanan.

Bendera Ikhwan berwarna hitam, dengan tulisan kalimat Tauhid dan pedang di bawahnya. Bandingkan dengan bendera Kerjaan Saudi saat ini, yang sama persis kecuali warna hijaunya dan bentuk font (khath) tulisan kalimat tauhid.

Osama bin Laden dan Al-Qaidah (1988)

Kelompok kedua yang menggunakan bendera hitam dengan membajak kalimat tauhid adalah Tandzimul Qaidah (Al-Qaeda) yang didirikan oleh Osama bin Laden pada tahun 1998.

Sangat populer foto Osama bin Laden dengan background Bendera Al-Qaidah yang berwarna hitam dengan tulisan kalimat tauhid. Bentuk font (khath) tulisannya seperti bendera Saudi, jenis “tsulutsi” dengan ornamen yang sedikit berbeda.

Yang kita tahu, Osama bin Laden dan Al-Qaidah berkembang di Afghanistan untuk melawan invasi Uni Soviet saat itu. Dari sini, Osama bin Laden dan Al-Qaida menerima dukungan dari Taliban.

Al-Qaidah terlibat dalam aksi-aksi terorisme di Indonesia, silakan baca tulisan saya:

Bendera Taliban Saat Menguasai Afghanistan (1996-2001)

Saat Taliban menguasai Afghanistan yang direbut dari Kelompok Mujahidin, mereka mendirikan Emirat Islam Afghanistan dengan bendera warna putih dengan tulisan kalimat tauhid. Bentuk font sama persis dengan bendera Al-Qaidah.

Maka pembedaan Hizbut Tahrir yang membedakan benderanya yang warna putih untuk administrasi negara dan warna hitam untuk kondisi perang sebenarnya mengikuti tradisi Osama bin Laden Al-Qaidah dan Taliban. Dalam kondisi perang, Al-Qaidah menggunakan bendera hitam, namun saat Taliban menguasai Negara Afghanistan mereka memakai bendera putih.

Baik bendera Al-Qaidah dan Taliban sama persis dengan bendera putih dan hitam milik Hizbut Tahrir.

Kelompok Tauhid Wal Jihad di Iraq (1999-2004)

Inilah kelompok salafi Wahabi yang memakai bendera hitam dengan kalimat Tauhid dengan tambahan tulisan Jamaah Tauhid Wal Jihad. Pada tahun 2004, Jamaah ini bergabung dengan Al-Qaidah, mengganti benderanya dengan nama baru mereka Tandzim Qaidatil Jihad fi Bilad Rafidin.

Tokoh yang terkenal dari kelompok ini adalah Abu Musab al-Zarqawi. Pada tahun 2006, kelompok bentrok dengan Al-Qaidah kemudian memisahkan diri menjadi  ISIS.

Hizbut Tahrir Mengenalkan Bendera Negara Khilafah: Liwa’ (Putih) dan Rayah (Hitam) tahun 2005

Persis bendera Taliban yang berwarna putih saat menguasai Afghanistan dan bendera Al-Qaidah yang berwarna hitam.

Penetapan Bendera Putih dan Bendera Hitam ini ada dalam buku Ajhizah Daulah Khilafah: Struktur Negara Khilafah: Pemerintahan dan Administrasi yang baru terbit tahun 2005. Penetapan ini dilakukan oleh Pemimpin Intenasional (Amir) Hizbut Tahrir yang sekarang: Atha’ Abu Ar-Rasytah. Amir yang ke-3.

Silakan baca tulisan saya tentang “Bahaya Hizbut Tahrir” dan tulisan-tulisan lainnya tentang Hizbut Tahrir di sini.

Bendera Hitam ISIS yang Meneror Dunia (2006-sekarang)

Deklarasi sebagai Negara Islam tahun 2006 dan sejak tahun 2014 menguasai Raqqa Suriah dan Mosul Iraq. Mulai jatuh dari tahun 2017. Setelah memisahkan diri dari Al-Qaidah mereka membuat bendera sendiri, tetap berwarna hitam dengan tulisan kalimat tauhid namun font nya berubah yang diambil dari tulisan stempel cincin Nabi Muhammad Saw.

Dibanding jenis font bendera-bendera hitam lainnya yang menggunakan font tsulutsi yang baru ada pada abad ke-10 M/4 H, font Bendera ISIS lebih arkaik (kuno), karena menggunakan font yang sama seperti tulisan tangan era Nabi Muhammad Saw.

ISIS terlibat dalam aksi-aksi terorisme di Indonesia, silakan baca tulisan saya di sini.

Hingga saat ini hanya ada tiga kelompok yang memakai bendera baik yang berwarna hitam dan putih yang bertuliskan kalimat tauhid. Yang pertama kelompok Al-Qaidah dan jaringannya. Misalnya Jabhah Nusrah di Suriah, kemudian Taliban yang memakai versi warna putih. Kedua Kelompok ISIS yang hanya menggunakan bendera hitam yang berbeda jenis font (khath) dari bendera Al-Qaidah. Ketiga Hizbur Tahrir yang sama persis menggunakan bendera Al-Qaidah (hitam) dan Taliban (putih).

Kesimpulannya, bendera hitam yang bertuliskan kalimat tauhid sudah menjadi bendera politik dan identitas kelompok, yang lahir pada abad ke-20 oleh Kelompok Ikhwan Wahabi Saudi. Klaim Hizbut Tahrir yang mengatakan bendera hitam dan putih mereka sebagai “Bendera Rasulullah Saw” adalah kebohongan dan penipuan belaka. Karena bendera mereka yang hitam sama persis dengan bendera Al-Qaidah dan bendera mereka yang berwarna putih sama persis dengan bendera Taliban.

Mohamad Guntur Romli

Alur Sejarah Pembajakan Kalimat Tauhid Menjadi Bendera Politik