Fadli Zon vs Pengacara Ratna Sarumpaet: Siapa Sutradara HOAX Sesungguhnya?

Sebelum pukul 3 sore tanggal 3 Oktober hari Rabu, Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Prabowo, Sandiaga Uno, Dahnil Anzar, dll adalah satu barisan.

Satu hari sebelumnya, mereka bersama-sama dengan cara yang meyakinkan membombardir opini publik tentang “penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet”.

Semua kanal informasi, mereka banjiri dengan info itu, mulai grup-grup WA, media sosial, media online, televisi, hingga penggalangan massa serta stiker “solidaritas untuk Ratna” yang sudah siap dicetak, tinggal tumpah ruah ke jalan-jalan seperti aksi mereka yang lalu-lalu.

Tapi sejak Ratna Sarumpaet membuat pengakuan dosa dalam konferensi pers, mereka ini tiba-tiba berlomba-lomba mengaku sebagai korban.

Lelucon yang tidak lucu: barisan pelaku yang tiba-tiba menghiba-hiba mengaku sebagai korban.

Lantas, netizen, pembaca berita dan pemirsa televisi mereka anggap apa selama aksi penggalangan narasi kebohongan mereka?

Jelas-jelas yang menjadi korban pertama dan sebenarnya dari aksi mereka adalah nerizen, pembaca berita, pemirsa televisi dan seluruh warga Indonesia yang mereka jadikan sasaran dan obyek penderita propaganda HOAX mereka.

Prabowo tiba-tiba mengaku sebagai korban, Fadli Zon, Dahnil Anzar, Hanum Rais dll juga. Ratna Sarumpaet juga mengaku sebagai korban melalui pengacaranya.

Kata pengacara Ratna Sarumpaet, Insank Nasrudin “informasi kekerasan terhadap Ratna Sarumpaet adalah konsumsi keluarga”. Dia seperti ingin mengatakan Ratna Sarumpaet tidak bertanggung jawab “informasi keluarga itu” menjadi informasi publik.

Ini hanya cara Ratna Sarumpaet cuci tangan, sepeti juga kawan-kawan dia yang sebelum ini satu barisan.

Tapi kalau kita lacak jejak digital, pengakuan Pengacara Ratna Sarumpaet ini ada benarnya, karena sampai tanggal 3 Oktober 2018 pukul 3 sore, Ratna Sarumpaet tidak pernah membuat pernyataan di publik, baik melalui akun media sosial dia atau di kanal apapun.

Yang mempublikasi dan menyebarkan informasi “penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet” adalah akun-akun dan orang-orang yang berada dalam satu barisan dengan Ratna Sarumpaet, baik Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi di mana Ratna Sarumpaet salah satu tokoh juru kampanye nasional dan barisan pendukung Prabowo Sandi.

Fadli Zon: Ratna Sarumpaet Kirim Foto Dulu

Namun, Fadli Zon menyampaikan kesaksian yang berbeda. Menurutnya Ratna Sarumpaet mengirim foto ke dia melalui WA tanggal 21 September malam.

“Dia (Ratna) mengirim foto ke saya, ke ajudan Prabowo, Said Iqbal, ditulis ‘off the record’ 21 September malam,” ucap Fadli dalam diskusi ‘Ancaman Hoaks dan Keutuhan NKRI’ di Media Center Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Setelah menerima foto itu, lanjut Fadli, dia langsung menanyakan kepada Ratna siapa sosok dengan wajah lebam tersebut.

Wakil Ketua DPR RI itu pun menyatakan siap menunjukkan percakapannya dengan Ratna melalui WhatsApp (WA).

“Saya sampai langsung bertanya, saya bisa tunjukkan WA saya sama RS (Ratna Sarumpaet) itu. Dan kalau misalnya ada yang menyadap, buka saja sadapannya WA, telepon saya. Saya langsung katakan itu siapa, karena saya enggak kenal. ‘Itu aku’ (jawaban Ratna),” ungkapnya.

Membaca jawaban Ratna, ia kemudian langsung menghubunginya via telepon.

Dalam percakapan itu, Ratna kemudian mengaku dianiaya.

“Langsung saya telepon. Loh, kenapa Bu Ratna? ‘Saya dianiaya’ (jawaban Ratna). Kapan terjadinya, terus kenapa baru sekarang? Kenapa enggak lapor polisi. ‘Ah nanti saya ini dululah’,” kata Fadli menirukan percakapannya dengan aktivis hak asasi manusia itu.

Sumber: (Tribunnews)

Omongan Fadli Zon Minus Bukti

Tapi dalam forum itu, hingga saat ini Fadli Zon tidak menunjukkan bukti ucapan itu yang sebenarnya bisa saja capture percakapannya dari WA dengan Ratna Sarumpaet.

Jadi, ini baru omongan Fadli Zon tapi minus bukti. Ini persis omongan Ratna Sarumpaet yang katanya mengaku dianiaya tapi tidak ada bukti lapor polisi dan visum.

Apa susahnya Fadli Zon menunjukkan bukti itu? Atau ada pertimbangan lain? Itu hak Fadli Zon. Tapi sampai detik ini, tidak ada bukti materil yang mendukung ucapan Fadli Zon itu.

Pengacara Ratna Sarumpaet Bantah Fadli Zon

Kuasa hukum Ratna Sarumpaet Insank Nasrudin membantah kabar kliennya lebih dahulu mengirim foto wajahnya yang lebam ke Wakil Ketua DPR Fadli Zon, hingga muncul dugaan sebagai korban penganiayaan.

Insank bahkan menantang Fadli Zon membuktikan hal itu.

“Kami tunggu. Nanti semuanya akan terbongkar. Karena handphone (Ratna), semua kan sudah dilakukan penyitaan,” kata dia di Polda Metro Jaya, Jumat (5/10).

Pihaknya pun tak mau ambil pusing dengan apa yang disampaikan politikus dari Partai Gerindra itu. “Silakan saja Fadli Zon kalau mau menyampaikan itu karena mendapat foto atau apa. Atau disampaikan secara langsung, kami tunggu saja,” tantang Insank.

Nantinya, kasus ini akan semakin terbuka setelah penyidik memeriksa Ratna. Sehingga, dapat diketahui pasti kronologis kasus itu. “Ketika sudah dilaksanakan pemeriksaan, kan lebih terbuka semuanya,” sambung dia

Sumber: (Jawa Pos)

Pertemuan Fadli Zon dengan Ratna Sarumpaet Sebelum 2 Oktober

2 Oktober, hari Selasa opini “penganiyaan terhadap Ratna Sarumpaet” sudah terbentuk, bising dan kuat.

Melalui akun twitternya @FadliZon mengaku “2 hari sebelumnya bertemu Ratna Sarumpaet” untuk meyakinkan publik, ia melampirkan foto bersama Ratna Sarumpaet dengan wajah yang lebam dan sulit tersenyum, sementara Fadli Zon di sampingnya memasang wajah tersenyum lebar seperti tidak merasakan dan berempati dengan penderitaan wajah di sampingnya.

“Sy jenguk Mbak @RatnaSpaet saat proses recovery dua hari lalu. Tindakan penganiayaan ini mmg sungguh keji.”

Twit Fadli Zon ini bukan twit biasa, tapi bisa disebut sebagai salah satu pembangun narasi informasi “penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet” sekaligus mengkonfirmasi atas pertanyaan-pertanyaan yang waktu itu baik mencari informasi atau meragukan.

Twit ini juga berfungsi meyakinkan publik melalui lampiran fotonya dan penilaian dia sendiri terhadap informasi itu yang menurutnya “Tindakan penganiayaan ini mmg sungguh keji” untuk mengaduk-aduk emosi publik.

Publik tidak diberi kesempatan menggunakar nalar waras dan kritis untuk meragukan, karena yang Fadli Zon serang langsung adalah emosi primitif manusia dan mengeksplotasi psikologi alam bawah sadar dengan menyodorkan sebuah foto yang menampakkan penderitaan dan keterangannya “ini tindakan penganiayaan yang sungguh keji”.

Meskipun Ratna Sarumpaet belum membuat pernyataan di publik saat itu, usaha dan narasi yang dibangun oleh Fadli Zon itu bisa meyakinkan bagi pelahap HOAX.

Hingga saat itu, baik Ratna Sarumpaet dan Fadli Zon sama-sama membangun sebuah narasi “penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet” yang nantinya terbukti HOAX.

Tapi kini mereka berdua sama-sama mengaku sebagai korban. Mereka berebut sebagai korban setelah melakukan usaha bersama-sama memperdaya opini publik dengan sebuah narasi kebohongan.

Sama-sama mengaku korban, karena ingin menghindar siapa sutradara sesungguhnya!

Yang pasti keduanya bukan korban. Karena korban sesungguhnya adalah nerizen, pembaca berita, pemirsa televisi dan warga Indonesia yang mereka jadikan obyek propaganda HOAX itu.

Penyidikan polisi ke depan akan semakin menarik untuk menentukan siapa sutradara sesungguhnya, apakah Ratna Sarumpaet, atau Fadli Zon, atau mereka berdua, artinya ada co-sutradara?

Kita tunggu saja hasil penyidikan polisi!

Mohamad Guntur Romli

#LawanHOAX