Guntur Romli: Tangkap Penyebar Hoax Habib Umar Ditangkap Polisi!

Polisi harus menangkap pembuat dan penyebar hoax Habib Umar bin Hafidz ditangkap Densus 88. Desakan ini disampaikan oleh Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli.

“Habib Umar sosok yang sangat dihormati, guru mulia dari Yaman, jutaan pengikutnya di seluruh dunia dan di Indonesia, hoax penangkapan itu jahat, untuk mengadu domba umat dengan aparat keamanan” kata Guntur Romli

Setelah dicek akun yang viral menulis hoax itu atas nama Valerina Donna Donovan yang memasang di foto profilnya sebagai pendukung 02 Prabowo Sandi.

“Astagfirullah…Inalillahi…
Habib Umar ditangkap di Samarinda ketikan sedang ceramah”. Ya Allah…
Akhiri Lah kezholiman ini..Wahai rezim….
Ingatlah darah ulama itu beracun…!!!,” tulis akun  Facebook tersebut Minggu, tanggal 14 Oktober 2018.

Kemudian ada akun lain atasnama Abdullah Izzaatul Islam yang menulis status “Innalillahi wa Inna ilaihi rajiun Habib Umar Ditangkap Densus 88, Tuduhan Belum jelas.”

Padahal video itu berisi Guru Besar Al Habib Umar Bin Hafidz yang hadir di Samarinda guna memimpin tabligh akbar ‘Sejuta Doa untuk Kaltim’ yang diselenggarakan oleh Al Wafa Bi Ahdillah Kaltim pada Hari Kamis Tanggal 11 Oktober 2018 dan dikawal oleh aparat kepolisian, karena saking banyaknya peserta yang hadir. Hadirnya aparat kepolisian yang berisi Brimob Polda Kaltim pun atas permintaan Panitia.

Atas menyebarkan hoax ini, pihak Panitia melalui Habib Hamzah bin Sahal, Ketua Rabithah Alawiyah di Samarinda sudah memberikan klarifikasi, tapi hoax itu cepat tersebar.

Guntur Romli menduga kuat hoax ini merupakan kesengajaan dengan motif politik, bukan kesalahan biasa.

“Motifnya jelas ingin memantik kerusuhan sosial dan politik, sasarannya adalah aparat keamanan dalam hal ini kepolisian, agar ada pembangkangan sipil,” jelas Guntur Romli yang juga tokoh muda NU.

“Kemaren hari Minggu, ada akun Instagram pendukung Prabowo yang memuat foto Kiai Ma’ruf sedang dirawat di rumah sakit, padahal itu foto check up tahun 2016, ini jelas motifnya politik dan jahat” pungkas Guntur Romli

Mohamad Guntur Romli

View this post on Instagram

HOAX Habib Umar bin Hafidz Ditangkap Polisi. Polisi Harus Tangkap Penyebar Hoax Habib Umar Ditangkap Polisi harus menangkap pembuat dan penyebar hoax Habib Umar bin Hafidz ditangkap Densus 88. Desakan ini disampaikan oleh Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli. "Habib Umar sosok yang sangat dihormati, guru mulia dari Yaman, jutaan pengikutnya di seluruh dunia dan di Indonesia, hoax penangkapan itu jahat, untuk mengadu domba umat dengan aparat keamanan" kata Guntur Romli Setelah dicek akun yang viral menulis hoax itu atas nama "Valerina Donna Donovan" yang memasang di foto profilnya sebagai pendukung 02 Prabowo Sandi. "Astagfirullah…Inalillahi… Habib Umar ditangkap di Samarinda ketikan sedang ceramah". Ya Allah… Akhiri Lah kezholiman ini..Wahai rezim…. Ingatlah darah ulama itu beracun…!!!," tulis akun Facebook tersebut Minggu, tanggal 14 Oktober 2018. Kemudian ada akun lain atasnama "Abdullah Izzaatul Islam" yang menulis status "Innalillahi wa Inna ilaihi rajiun Habib Umar Ditangkap Densus 88, Tuduhan Belum jelas." Padahal video itu berisi Guru besar Al Habib Umar Bin Hafidz yang hadir di Samarinda guna memimpin tabligh akbar ‘Sejuta Doa untuk Kaltim’ yang diselenggarakan oleh Al Wafa Bi Ahdillah Kaltim pada Hari Kamis Tanggal 11 Oktober 2018 dan dikawal oleh aparat kepolisian, karena saking banyaknya peserta yang hadir. Pihak panitia melalui Habib Hamzah bin Sahal Ketua Rabithah Alawiyah di Samarinda sudah memberikan klarifikasi, tapi hoax itu cepat tersebar. Guntur Romli menduga kuat hoax ini merupakan kesengajaan dengan motif politik, bukan kesalahan biasa. "Motifnya jelas ingin memantik kerusuhan sosial dan politik, sasarannya adalah aparat keamanan dalam hal ini kepolisian, agar ada pembangkangan sipil," jelas Guntur Romli yang juga tokoh muda NU. "Kemaren hari Minggu, ada akun Instagram pendukung Prabowo yang memuat foto Kiai Ma'ruf sedang dirawat di rumah sakit, padahal itu foto check up tahun 2016, ini jelas motifnya politik dan jahat" pungkas Guntur Romli Mohamad Guntur Romli Juru Bicara PSI #LawanHOAX

A post shared by Mohamad Guntur Romli (@gunromli) on