Pertemuan IMF-Bank Dunia Diajukan di Era SBY dan Tidak Untuk Menambah Utang

Tragedi jempol dipakai lebih cepat dari otak terjadi lagi. Kini dilakukan oleh tokoh Demokrat, Andi Arief yang nyinyir soal pertemuan IMF dan Bank Dunia. Untung lah ada Chatib Basri Menteri Keuangan era SBY yang menjabat 21 Mei 2013-20 Oktober 2014 yang menjelaskan bahwa pertemuan IMF-Bank Dunia sudah digagas di era SBY dan tidak untuk mengambil utang.

Tragedi Demokrat ini bermula dari twit Andi Arief, yang pernah bilang Prabowo “Jenderal Kardus” dan isu 500 Miliar dari Sandiaga Uno untuk PAN dan PKS agar didukung sebagai Cawapres Prabowo.

Andi Arief ngetwit:

Ada partai
Menjual nama Soekarno
Punya slogan wong cilik
Sekarang terlentang
Minta dicumbu IMF

https://twitter.com/AndiArief__/status/1048386296803033093?s=19

Twit Andi Arief ini direspon oleh Pratowo ahli perpajakan Indonesia dari CITA.

Bro, tau nggak yang mengajukan Indonesia sbg tuan rumah Annual Meeting adalah pemerintahan Pak @SBYudhoyono September 2014. Yuk kita dukung…..terima kasih Pak SBY….πŸ˜€

https://twitter.com/prastow/status/1048458346695540737?s=19

Mone Thamrin, Caleg dan Kader Demokrat berusaha mencari konfrontasi dari Chatib Basri, Menteri Keuangan di era SBY dengan memention akun twitternya @chatibbasri

Mohon bukti yg mengajukan presiden SBY saat itu. Cc ke @ChatibBasri yg menjadi Menteri Keuangan saat itu.

https://twitter.com/monethamrin/status/1048739526179315717?s=19

Chatib Basri Menteri Keuangan era SBY menjawab dengan positif:

Ya benar, bersama Bank Indonesia , pemerintah mengajukan diri menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Sept 2014. Prosesnya tdk mudah, bersaing dg negar2 lain. Indonesia dipilih menjadi tuan rumah Okt 2015, kalau sy tdk salah.

https://twitter.com/ChatibBasri/status/1048741636841164800?s=19

Penjelasan lain dari Chatib Basri semakin menarik saat menjawab pertanyaan netizen, apakah pertemuan IMF-Bank Dunia ini agar Indonesia menambah utang? Chatib Basri menjawab negatif:

Sama sekali tidak. Ini adalah pertemuan tahunan World Bank and IMF. RI jadi tuan rumah. Di Asia sejauh ini baru 4 negara.
Disana dibahas perkembangan situasi ek. dunia.Β  Tidak ada kaitan dg menambah utang IMF. Indonesia tdk dalam program IMF

https://twitter.com/ChatibBasri/status/1048745542908432384?s=19

Setelah itu Chatib Basri membuat thread penjelasan soal pertemuan IMF-Bank Dunia:

Karena banyak pertanyaan soal IMF/World Bank annual meeting, mungkin sy perlu tweetkan beberapa hal.

Pemerintah bersama Bank Indonesia , pemerintah mengajukan diri menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Sept 2014. Prosesnya tdk mudah, bersaing dg negara2 lain. Indonesia dipilih menjadi tuan rumah Okt 2015

Di Asia setahu saya baru Filippina, Singapore, Thailand dan Indonesia.Β Β  Baru empat negara termasuk Indonesia. Proses menjadi tuan rumah tdk mudah, diseleksi dan dilihat kemampuannya.

Ada pertanyaan apakah dg pertemuan tahunan tujuannya untuk meminta tambahan utang? Jawabannya Sama sekali tidak. Utk meminta tambahan utang, tdk perlu jadi tuan ruman. Argentina meminta utang IMF tahun ini krn krisis. Mereka bukan tuan rumah.

Di dalam pertemuan ini dibahas situasi ekonomi dunia, diskusi mengenai kebijakan negara2. Perkembangan teknologi dsb. Indonesia bisa memanfaatkan itu utk komunikasi dan memasukkan ide nya.

Bersama Gubernur Rajan dari India saat itu dalam meeting terbatas saya meminta the Bernanke dari the Fed utk melakukan komunikasi dan mempertimbangkan dampak policy nya pada emerging economies. IMF mendukung kita.

Ini contohnya posisi Indonesia yg diperjuangkan juga di annual meeting US warned over recovery as QE3 uncertainty risks EM slowdown https://www.ft.com/content/5be9d8ee-148b-11e3-b3db-00144feabdc0

Tahun 2014, ketika Yellen menjadi chair the Fed, Ia mulai mengkomunikasikam policy nya, agar negara lain siap. Di G-20 Sydney misalnya, sy dan Gub Rajan menjadi lead speaker bersama Yellen waktu itu, membahas dampak Fed policy tdh emerging market.

Itulah salah satu manfaat pertemuan tahunan. Kita bisa memperjuangkan ide kita di forum2 itu. Sedangkan utk tambahan utang, tak perlu pertemuan tahunan.

Indonesia justru harus memanfaatkan pertemuan tahunan ini utk memasukkan agendanya. Dg begitu Indonesia akan berperan di level global.

Ada satu lg pertanyaan ke saya, apakah biayanya diajukan th 2014? Tentu tidak. Indonesia diputuskan menjadi tuan rumah Okt 2015. Setelah itulah baru anggaran disusun. Dan itu terserah Indonesia mau membuatnya besar atau kecil. Sama spt Asian Games juga.

Sumber thread dari sini: https://twitter.com/ChatibBasri/status/1048745983926923265?s=19

Sekilas Tentang Annual Meetings IMF – World Bank Bali 2018

AM IMF-WB 2018 di Bali akan dihadiri: 22 Kepala Negara (setingkat Kepala Negara), 189 Menteri Keuangan, 189 Gubernur Bank Sentral, Lembaga Internasional, CEO Industri Keuangan, Investor, Pers/Media, Observer dll.

Merupakan pertemuan pelaku utama sektor keuangan dengan jumlah peserta terbesar di dunia.

Dihadiri oleh 189 negara
Menteri Keuangan IMFC/DC
Gubernur Bank Sentral G20
CEO Industri Keuangan G7
Akademisi Terkemuka G24
Lembaga Internasional BRICS
Perwakilan CSO, NGO Press/Media
Anggota Parlemen Observer
3.500 – 4.000 Delegasi Resmi
3.500-4.500 Investor, Pelaku Sektor Keuangan
1.000-1.500 Pimpinan/ Staf IMF-WBG
1.000-1.500 CSO, NGO
1.000-1.500 Academics, Int’l. Org.
1.000 Journalist, Press
1.000 Observer/Lainnya
12.000 – 15.000 Total Peserta

View this post on Instagram

Sekilas Tentang Annual Meetings IMF – World Bank Bali 2018 AM IMF-WB 2018 di Bali akan dihadiri: 22 Kepala Negara (setingkat Kepala Negara), 189 Menteri
Keuangan, 189 Gubernur Bank Sentral, Lembaga Internasional, CEO Industri Keuangan, Investor, Pers/Media, Observer dll. Merupakan pertemuan pelaku utama sektor keuangan
dengan jumlah peserta terbesar di dunia. Dihadiri oleh 189 negara
Menteri Keuangan IMFC/DC
Gubernur Bank Sentral G20
CEO Industri Keuangan G7
Akademisi Terkemuka G24
Lembaga Internasional BRICS
Perwakilan CSO, NGO Press/Media
Anggota Parlemen Observer 3.500 – 4.000
Delegasi Resmi
3.500-4.500
Investor, Pelaku
Sektor Keuangan
1.000-1.500
Pimpinan/ Staf
IMF-WBG
1.000-1.500
CSO, NGO
1.000-1.500
Academics, Int’l. Org.
1.000
Journalist, Press
1.000
Observer/Lainnya
12.000 – 15.000
Total Peserta

A post shared by Mohamad Guntur Romli (@gunromli) on

Mohamad Guntur Romli