Ratna Sarumpaet Sudah Terbukti Berkali-kali Menyebarkan HOAX, tapi Mengapa Tim Prabowo Sandi Menjadikannya Jurkam?

Kubu Prabowo Sandi sulit mengecoh publik dengan mengaku sebagai “korban Ratna Sarumpaet”, karena mereka sengaja melibatkan Ratna Sarumpaet sebagai Jurkam meskipun sudah terbukti berkali-kali Ratna Sarumpaet menyebarkan HOAX.

Dugaan kuat, memang Tim Prabowo Sandi sengaja menjadikan Ratna Sarumpaet sebagai alat untuk menyerang, khususnya menyebarkan rumor, gosip, fitnah hingga berita HOAX.

Karena kalau Tim Prabowo Sandi konsisten dengan ucapannya tidak mau menggunakan HOAX, maka orang seperti Ratna Sarumpaet di-black list sejak awal.

Ternyata, Ratna Sarumpaet dilibatkan dalam Tim Prabowo Sandi bahkan sebagai Jurkam dan Tokoh serta sosok yang selalu dibela mati-matian.

Apa bukti Ratna Sarumpaet sebelum kasus HOAX “penganiayaan” membuat dan menyebarkan HOAX?

Berikut datanya:

1. Hoax PT Dirgantara Indonesia Dijual pada China.

Pada 4 Mei 2018 lalu, Ratna Sarumpaet juga pernah meminta maaf lantaran telah menebar hoax tentang PT Dirgantara Indonesia.

Sebelumnya, aktivis sekaligus seniman ini pernah menuliskan cuitannya yang menyebut PT Dirgantara Indonesia dijual pada RRC.

“Telah ditanda-tangani pelunasan pembayaran dari RRC kpd Pemerintah RI awal April 2017 oleh Pres @jokowi (disetujui dtdtngni Ket KPK, Ket DPR Ket Dewan Pertimbangan Presiden). Maka Kepemilikan PT Dirgantara Indonesia, kini berpindah k tangan pemerintah RRC,”  tulis Ratna di Twitter.

Pihak PT Dirgantara Indonesia menegaskan, kabar yang ditulis Ratna tersebut tidaklah benar alias hoax dan sempat berhembus pada tahun 2017 lalu.

“Pemberitaan mengenai PT Dirgantara Indonesia (Persero) dijual ke pihak asing, kami nyatakan HOAX. Berita ini adalah berita bohong yang berulang dari tahun 2017 lalu,” tulis akun Twitter PT Dirgantara Indonesia.

Usai konfirmasi yang dilakukan PT Dirgantara Indonesia, Ratna Sarumpaet kemudian meminta maaf.

2. Hoax Uang Pecahan Rp 200 ribu

Selain hoax PT Dirgantara Indonesia, Ratna Sarumpaet juga menebar berita bohong terkait uang pecahan Rp 200 ribu.

Bermula dari tindakan Ratna yang mengomentari melemahnya nilai tukar rupiah ke dolar AS sambil mengunggah foto uang pecahan Rp200 ribu ke akun Twitternya pada Rabu (5/9/2018) lalu.

“PECAHAN UANG KRTAS RP 200.000 RESMI DIEDARKAN HARI INI, WAJIB DISHARE!! SEMUA HARUS TAHU. Majulah Indonesia”.

“Masih mau 2 Periode? Pakai akal pikiranmu. Gugah hati Nuranimu. Cc: Jokowi,” tulis Ratna Sarumpaet.

Kabar ini langsung dikonfirmasi oleh pihak Bank Indonesia dan menegaskan, pecahan Rp 200 ribu tersebut adalah hoax semata.

“#SobatRupiah untuk informasi tersebut tidaklah benar, Bank Indonesia tidak menerbitkan uang pecahan Rp 200.000,-. Untuk setiap uang pecahan baru yang diterbitkan, Bank Indonesia akan mengeluarkan penyataan resmi melalui media massa dan website http://bi.go.id,” tulis Bank Indonesia melalui akun Twitter-nya.

Sumber: (Tribunnews)

3. Awal September, Ratna juga pernah menyebar cerita soal dana Rp23 triliun dari Union Bank of Switzerland (UBS) yang ditransfer ke BNI, Mandiri, BCA untuk donasi pembangunan Papua. Dana tersebut diklaim Ratna, disembunyikan pemerintahan Jokowi. Kepada reporter Tirto, Ratna mengaku mendapatkan data-data Bank Dunia yang isinya mengonfimasi terjadinya transfer tersebut.

Tapi cerita Ratna sarat kejanggalan. Bank Duniamelalui kantor perwakilannya di Jakarta membantah cerita Ratna. Mereka menegaskan bahwa tudingan Ratna keliru. Sebab Bank Dunia tak seperti bank umumnya yang menangani transaksi nasabah perorangan. Bank Dunia merupakan institusi yang mendukung penanggulangan kemiskinan dan pembangunan negara berkembang.

Sumber (Tirto)

4. Ratna Sarumpaet meminta Ibu Jokowi  test DNA untuk membuktikan Jokowi adalah anaknya yang asli.  Ini disampaikan  oleh Ratna Sarumpaet di ILC Selasa, 21 Agustus 2018. Gara-gara pernyataan ini Ratna Sarumpaet dikritik habis-habisan di media sosial Twitter.

Hingga saat ini Ratna Sarumpaet belum pernah minta maaf.

Sumber: (Twitter)

5. Ratna menggugat KPK ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 6 September 2016. Ia menilai KPK tidak pernah menunjukkan kepada publik soal laporan dugaan korupsi yang dilakukan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok belum terbukti. Ratna merasa memiliki sejumlah data pendukung yang menguatkan untuk bisa menjerat Ahok.

Namun dalam rapat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat pada 14 Juni 2016, Ketua KPK Agus Rahardjo menuturkan tak ada indikasi korupsi dalam sengketa pembelian lahan RS Sumber Waras. Dia mengaku belum menemukan perbuatan melawan hukum dalam proses pembeliannya.

Sumber: (Tempo)

Saya yakin bukti-bukti hoax Ratna Sarumpaet ini diketahui publik, bahkan oleh Tim Prabowo Sandi, karena Ratna Sarumpaet sendiri ingin mencari perhatian publik. Namun kenapa Tim Prabowo Sandi masih memakai jasa Ratna Sarumpaet hingga menjadikannya tokoh penting dalam Tim Kampanye Prabowo Sandi?

Kalau bukan karena alasan sengaja memakai Ratna Sarumpaet, apa alasan lainnya? Kalau disebut tidak tahu jejak hoax Ratna Sarumpaet sama saja bilang bohong, karena berjibunnya bukti-bukti hoax Ratna Sarumpaet.

Jawabnya kemungkinan dua: dungu dan tolol (dua istilah yang sering dipakai pendukung Prabowo untuk menyerang pendukung Jokowi) karena telah melibatkan orang yang terbukti banyak jejak hoax atau memang sengaja menggunakan orang dengan timbunan hoax itu sebagai alat politik.

Silakan pilih.

Mohamad Guntur Romli

#LawanHOAX