Perbedaan Logo Hizbut Tahrir dan Bendera Hizbut Tahrir untuk Negara Khilafah

Sejak pembakaran “bendera HTI” di Garut, Juru Bicara Hizbut Tahrir Ismail Yusanto membantah Hizbut Tahrir punya bendera. Para pembela Hizbut Tahrir seperti FPI dan FSI juga mau menipu publik dengan mengatakan hal yang sama, mereka pun menyodorkan “bendera” lain dari Hizbut Tahrir yang ada tulisan “Hizbut Tahrir Indonesia”.

Padahal kita perlu membedakan antara logo/lambang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibubarkan Pemerintah dengan Hizbut Tahrir internasional yang tetap eksis, yang menjadi induk jaringan Hizbut Tahrir di dunia dengan BENDERA Hizbut Tahrir untuk Negara Khilafah.

Logo/Lambang Hizbut Tahrir Indonesia

Logo/Lambang Hizbut Tahrir Indonesia adalah bendera hitam yang berkibar dengan tulisan kalimat tauhid dan di bawahnya ada tulisan “Hizbut Tahrir Indonesia”.

Logo/Lambang Hizbut Tahrir Internasional

Sementara logo/lambang Hizbut Tahrir Internasional memiliki kesamaan dengan logo/lambang HTI baik bentuk dan warna bendera hitam kecuali ada tambahan bola dunia yang merupakan propaganda Hizbut Tahrir untuk menaklukkan dunia dengan Khilafah dan tulisan keterangan yang memakai bahasa Arab “Hizbut Tahrir” dan “ta’assasa sanata 1372 H-1953 M” yang artinya Hizbut Tahrir berdiri tahun 1372 H/1953 M”.

Bendera Hizbut Tahrir untuk Negara Khilafah

Sedangkan bendera Hizbut Tahrir untuk negara Khilafah memiliki dua versi. Liwa’ berwarna putih dan Rayah berwarna hitam yang bertuliskan kalimat tauhid yang ditetapkan dalam kitab mereka Ajhizatu Dawlah Khilafah tahun 2005.

Dua bendera ini yang mereka klaim sebagai Bendera Rasulullah atau disebut di Indonesia sebagai “bendera Tauhid” meskipun di kitab asalnya dan di negara Arab Islam tidak ada sebutan bendera tauhid.

Kesamaan Bendera Hizbut Tahrir dan Bendera Al-Qaidah

Bendera Hitam Hizbut Tahrir memiliki kesamaan dengan bendera hitam yang dipakai Tandzimul Qaidah Osama bin Laden baik bentuk bendera segi empat panjang, warna hitam dan jenis huruf (font/khathth) jenis “tsulutsi”. Font jenis “tsulutsi” baru ditemukan ratusan tahun setelah Rasulullah Saw wafat. Maka sebenarnya dari sisi historis jenis font, klaim Hizbut Tahrir dan Al-Qaidah atas bendera mereka sebagai Bendera Rasulullah terbantahkan. Karena zaman Rasulullah Saw belum ada jenis font “tsulutsi”, yang ada baru jenis font sederhana tulisan guratan yang nantinya berkembang sebagai font kufi.

Melarang Bendera Hizbut Tahrir Tidak Berarti Melarang Kalimat Tauhid

Melarang bendera Hizbut Tahrir, Al-Qaidah dan ISIS yang sama-sama bertuliskan kalimat tauhid tidak berarti melarang kalimat tauhid. Seperti halnya kita melarang bendera PKI yang ada logo palu aritnya tidak berarti mengharamkan penggunaan palu dan arit.

Saudi Arabia dan negara-negara Arab melarang bendera Hizbut Tahrir, Al-Qaidah dan ISIS karena penyalahgunaan dan pembajakan kelompok ini terhadap kalimat tauhid yang mulia untuk kegiatan teror dan politik makar.

Hal ini terbukti saat rumah kontrakan Habib Rizieq di Mekkah dipasang bendera Hitam yang mirip dengan bendera Hizbut Tahrir dan Al-Qaidah, Habib Rizieq diperiksa polisi dan sempat ditahan selama 28 jam.

Kesimpulannya melarang Bendera Hizbut Tahrir, Al-Qaidah dan ISIS tidak berarti melarang kalimat tauhid, justeru memuliakan kalimat tauhid dengan melarang penyalahgunaan dan pembajakan kalimat tauhid untuk politik makar dan aksi teror.

Mohamad Guntur Romli

#LawanHizbutTahrir #NKRIHargaMati