Ramai Soal Pemotongan Salib di Makam Orang Katolik, PSI Menyesalkan

Makam seorang penganut Katolik dipotong simbol salibnya di Yogyakarta. Berita ini menjadi viral di media sosial. Menanggapi hal ini, Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia, Mohamad Guntur Romli menyesalkan peristiwa ini.

Mohamad Guntur Romli juga menunjukkan beberapa foto pemakaman umum di Desa Wonorejo Situbondo Jawa Timur di mana makam orang Islam dan Kristen berdampingan lengkap dengan simbol salib dan simbol Islam di pemakaman itu.

“Saya menyesalkan peristiwa pemotongan salib di makam penganut Katolik, seharusnya tidak dilakukan, pikniklah ke Desa Wonorejo Situbondo, di mana orang Islam dan Kristen dikubur berdampingan lengkap dengan simbol salib dan simbol Islam,” kata Guntur Romli yang juga Caleg DPR RI PSI untuk Jatim III (Situbondo Bondowoso Banyuwangi).

“Ini foto saya tangan kanan saya memegang makam orang Kristen yang nisannya berbentuk salib, tangan kiri saya memegang makam orang Kristen, di desa ini toleransi orang Islam dan orang Kristen sampai mati, hidup dan mati berdampingan,” jelas Guntur Romli.

“Di desa ini juga ada gereja dan masjid yang berdampingan, ada Gereja GPdI Yesus Juru Selamat dan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), orang Islam dan Kristen hidup rukun berdampingan dan mati pun berdampingan” kata Guntur Romli yang juga dikenal aktivis muda NU.

“Desa Wonorejo saat ini disebut sebagai Desa Kebangsaan, karena inilah potret kerukunan umat beragama, yang hidup bersaudara tanpa diganggu oleh perbedaan agama,” pungkas Guntur Romli.

Sumber: kricom