Ustadz Antara Film Korea dan Film India

Pada sebuah pengajian, ada dialog antara Ustadz dan salah seorang Jamaahnya. Si pengikut bertanya soal hukum menonton film dari negara tertentu.

Jamaah bertanya, “Ustadz, apa hukum menonton film korea?”

Ustadz itu menjawab menonton film Korea merupakan bagian dari kekafiran.

“Jangan suka kepada orang kafir, siapa yang suka kepada orang kafir, maka dia bagian dari kafir itu. Condong artinya pada orang kafir,” jawabnya.

Sang Ustadz pun mengajak Jamaahnya agar tidak kecanduan film korea. Dia menambahkan ‘ancaman’ yang mengerikan karena apa yang suka kita tonton akan datang saat sakaratul maut: detik-detik nyawa dicabut dari raga menuju proses kematian!

“Jangan ditonton lagi itu sinetron-sinetron korea korea, rusak. nanti pas sakaratul maut, datang dia ramai-ramai. Apa yang sering kita dengar, apa yang sering kita tengok, akan datang saat sakaratul maut,” tambahnya.

Dialog tidak berhenti. Ada seorang Jamaah yang tampaknya pernah mengaji bertanya lebih lanjut.

“Maaf nih Ustadz, katanya kalau mau memberikan fatwa kita harus tahu pokok persoalan, kita harus tahu ‘tashawwur al-mas’alah’ bener kan Tadz?”

“Benar kamu, karena hanya orang gila yang mudah berfatwa karena seorang ulama, orang yang mau berfatwa tidak hanya harus alim, pandai, tapi juga mengerti masalah, kamu pernah ngaji  di mana?”

“Pernah ngaji di Pesantren kecil saja Tadz, tapi apa Ustadz sudah tahu film-film Korea itu?”

“Ane tahu lah, yang bintang filmnya Sanjay Dutt dan Amitabch Bachchan kan?” Jawab Ustadz itu dengan percaya diri.

“Oh itu bukan film Korea Tadz, itu film India, wah Ustadz doyan juga nih film India, sama juga Tadz, hehehe”

Mendengar lanjutan dialog antara temannya, Si Penanya pertama ikut menimpali.

“Loh Ustadz ternyata tidak tahu ya film Korea, ditanya artis film Korea malah jawab artis-artis film India, berarti, pertama, Ustadz tidak mengerti persoalan sebenarnya!”

“Iya, hanya orang gila yang memberikan fatwa tapi tidak mengerti persoalan kata seorang ulama”

“Kedua, ternyata Ustadz doyan film India, sampai-sampai ditanya artis Korea masih dijawab artis-artis India”

“Hati-hati loh Tadz nanti kalau antum sakaratul maut yang datang: Chayya chayya… ๐ŸŽผ๐ŸŽต๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ Kabhi Khusi Khabbi Gham.. ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ•บ”

Sang Ustadz hanya tersenyum kecut. Rahasianya terbongkar.

Mohamad Guntur Romli