Anies yang Mau Tanda Tangan Anggaran Meski Tidak Tahu Detailnya

Ujung pangkal silang sengkarut anggaran DKI Jakarta yang bikin cenat-cenut—gimana gak bikin cenat cenut: anggaran lem aibon puluhan miliar untuk puluhan ribu siswa, padahal kata Ketua BNN satu kaleng lem aibon kalau dihirup bisa merusak sel otak, gimana ngelem 83 Miliar! Anggaran pulpen ratusan miliar, dan sederet angka anggaran lainnya yang bikin tensi darah naik selangit berujung pada sosok Anies Baswedan.

Kok bisa? Karena Anies Baswedan lah yang menandatangani anggaran ini meski dia tidak tahu persis detailnya! Hoax gak nih? Enggak! Pengakuan ini datang dari Sekda DKI Jakarta, Saefullah, silakan cek beritanya di sini: Sekda Sebut Anies Tanda Tangan Walau Tak Tahu Detail Anggaran

Pernyataan Sekda ini hanya mempertegas kalau Anies Baswedan tidak bekerja dengan sungguh-sungguh menyusun dan mengawasi anggaran DKI yang berasal dari duit amanah rakyat DKI. Bagaimana mungkin ada seorang pemimpin dengan mudah memberikan tanda tangan yang artinya persetujuan untuk rancangan anggaran yang amburadul? Hanya ada dua jawaban kemungkinan, pertama, dia setuju dan terlibat dalam anggaran yang amburadul itu, kedua, dia malas memeriksa, yang artinya ia teledor dan tidak becus bekerja.

Anies yang Pemalas

Anies Baswedan yang pemalas dan tidak bisa bekerja ini jangan dibandingkan dengan Ahok yang waktu menjabat bisa memelototi anggaran sampai 13 jam sehari bersama SKPD DKI Jakarta.

Ahok sendiri telah melakukan penyisiran anggaran tersebut tanpa memandang waktu hari libur, yaitu sejak Selasa (17/11/2015) hingga Minggu (22/11/2015).

Pelaksanaan rapat itu tidak tanggung-tanggung, yakni dilakukan sejak pukul 09.00 hingga pukul 24.00. Dalam pelaksanaan rapat, Ahok hanya memberi para SKPD waktu istirahat, yaitu pada pukul 12.00-13.00 dan 18.00-19.00. Artinya, Ahok menggelar rapat selama 13 jam setiap hari.

Tampak beberapa kepala dinas yang usai mengikuti rapat terlihat lelah. Namun, mereka tetap mengaku harus tetap fokus dalam menjalani rapat tersebut.

“Tadi rapat mulai pukul 09.30 baru selesai pukul 16.30. Meski ini hari libur, ya enggak masalah kok. Ini kan demi penyusunan anggaran yang baik. Lagi pula, saya sebagai orang lapangan sudah terbiasa kok,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Subejo waktu itu. Baca sendiri beritanya di sini:

Meski sudah bekerja maksimal, 13 jam sehari memindai anggaran masih ada juga anggaran tidak masuk akal yang terlewatkan, apalagi modus Anies yang cuma main tanda tangan tanpa memeriksa detailnya.

Jadi soal anggaran Jakarta yang amburadul ini merupakan tanggung jawab Anies Baswedan yang hanya main tanda tangan tapi tidak memeriksa dan meneliti sampai ke detail-detailnya.

Mengapa bisa begitu? Ada dua jawaban kemungkinan, Anies memang setuju dengan anggaran yang amburadul itu atau Anies pemalas dan tidak mampu bekerja.

Mohamad Guntur Romli