Baru selesai acara Dua Sisi di TVOne, Kamis 14 November 2019 membahas “Siapa Mencekal Rizieq?”

Saya sampaikan:

1. Fakta pencekalan Rizieq dikeluarkan oleh Kerajaan Saudi, melalui Imigrasi dari Pihak Intelejen Saudi, makanya pihak Rizieq jangan ngamuk-ngamuk & nuduh-nuduh Pemerintah RI, harusnya protesnya ke Saudi. Yang mencekal Rizieq pulang adalah Kerajaan Saudi, bukan Pemerintah RI.

2. Pemerintah RI tidak pernah mencekal Rizieq, tidak pula meminta Saudi mencekal Rizieq (seperti tuduhan yang dilontarkan pihak Rizieq), lagi pula saya tak yakin Kerajaan Saudi bisa diintervensi oleh negara lain, seperti Pemerintah RI.

3. Mestinya Rizieq bersyukur tidak DITANGKAP, DIPENJARA dan BAYAR DENDA karena sudah Overstay selama 1,7 tahun di Arab Saudi. Kalau ikut hukum Saudi, mestinya Rizieq sudah dipenjara atau dipaksa bayar denda. Bukan bersyukur, Rizieq malah marah-marah, semoga hukum Saudi ditegakkan kepadanya.

4. Pemerintah RI tidak ada kepentingan mencekal Rizieq baik karena: alasan politik, karena Pilpres sudah selesai, bahkan rival Jokowi, Prabowo malah bergabung dalam kabinet. Juga bukan karena alasan keamanan, karena Eks ISIS yang di Suriah dan Iraq masih diterima kembali ke Indonesia, apakah Rizieq merasa lebih bahaya dari Eks ISIS sampai perlu ditangkal kalau pulang ke Indonesia?

5. Untuk pencekalan Kerajaan Saudi, sebaiknya Rizieq berkoordinasi, bekerjasama dengan pihak konsuler setempat dari Konjen atau Kedubes, kalau smpai Presiden, Menko Polhukam, Menhan, Menlu ditarik-tarik terlalu memperbesar masalah, karena kasus Rizieq itu lazim terjadi pada TKI dan TKW kita di Saudi yang sering mengalami masalah yang sama, setelah didampingi Konsuler masalah selesai. Tapi apakah Rizieq mau merendah diri minta bantuan? Alih-alih minta bantuan, Rizieq terus mencari ribut dan provokasi kepada Pemerintah RI, mulai dari menuduh Pemerintah Jokowi tidak sah, ilegal, menuduh Pemerintah Jokowi yang meminta Kerajaan Saudi agar mencekal Rizieq, terus mengeluarkan provokasi dan tuduhan dari Mekkah.

Mohamad Guntur Romli