Dukung NU dan Pondok Pesantren di Garut yang Menolak Bachtiar Nasir Pendukung Khilafah

Saya mendukung penuh sikap NU Garut dan Pondok-pondok Pesantren di Garut seperti Pondok Pesantren Al-Fauzan, As-Sa’adah dan Al-Mansyuriah yang merupakan pesantren-pesantren yang sangat berpengaruh dan memiliki ribuan santri dan ratusan ribu alumni di Garut yang dengan tegas menolak Bachtiar Nasir GNPF dan Shobri Lubis FPI dalam acara Tabligh Akbar di Garut, meskipun NU Garut dan Pondok-pondok Pesantren di Garut tetap mendukung Tabligh Akbar dengan catatan pembicaranya diganti.

Menurut NU Garut dan Pondok-pondok Pesantren di Garut merasa dua orang itu selalu memberikan tausiyah yang tidak menyejukkan, bahkan cenderung melukai perasaan sebagian warga Indonesia dan menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

Bachtiar Nasir Pendukung Khilafah dan SARA

Bachtiar Nasir tidak hanya terkenal kalau ceramah-ceramahnya tidak menyejukkan, tapi juga pendukung Khilafah. Berikut bukti kalau Bachtiar Nasir pendukung Khilafah silakan tonton video di sini youtu.be/q1ySOkfuUTU khususnya mulai menit 06:28.

Selain itu juga twit-twit yang bisa diduga kuat dari Bachtiar Nasir mengaitkan kepemimpinan Jokowi dengan isu SARA dan kekafiran. Dan Bachtiar Nasir pernah menuduh Jokowi “selangkah lagi akan KAFIR kan Indonesia”. Cek di sini http://m.voa-islam.com/news/opini/2014/03/17/29532/bachtiar-nasir-selangkah-lagi-jokowi-membuat-indonesia-kafir/

Tegakkan UU Ormas!

Maka, sebagai bentuk implementasi UU Ormas yang baru disahkan yang melarang ormas-ormas yang bertentangan dengan Pancasila, termasuk pendukungnya, Pemerintah Garut harusnya melaksanakan aturan ini.

Ganti Bachtiar Nasir GNPF dan Shobri Lubis FPI

Surat NU Garut dan Pondok-pondok Pesantren di Garut ditujukan kepada Ketua DKM Mesjid Agung Garut sebagai pihak pengundang.

Acara yang direncanakan akan dilaksanakan pada hari Minggu 11 November 2017 di Alun-Alun Kota Garut, disebutkan oleh PCNU Garut tetap bisa diselenggarakan apabila tidak mengundang kedua penceramah tersebut atau diganti penceramah dengan ulama yang menyejukkan.

Jika tidak diganti maka pihak PCNU mengkhawatirkan akan ada gerakan massa penolakan kegiatan tersebut dan akan membuat suasana tidak kondusif.

Surat PCNU Garut tersebut ditanda tangani oleh Rois Syuriah KH. Rd. Amin Muhyidin Maulani, Ketua KH. Aceng Naufal Mimar, S.Ag, M.Ag, Ketua Tanfidziyah KH. Drs. Atjeng Abdul Mujib, Sekretaris Ir. Deni Rangga Jaya. Tembusan surat ditujukan ke Bapak Kapolres Garut dan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Garut.

Jelas sekali alasan NU Garut dan Pondok-pondok Pesantren di Garut bahwa dampak dari ceramah 2 orang ini, Bachtiar Nasir GNPF dan Shobri Lubis FPI terhadap ketertiban umum, bukanlah menolak pengajian dan tabligh akbarnya, tetapi justeru ingin menyelamatkan citra pengajian agar tidak dinodai oleh penghasutan, penyebaran kebencian dan keresahan di masyarakat, karena Garut sudah sangat kondusif dan damai.

Mohamad Guntur Romli