“Saya Telepon Anies Sekarang”

Kalimat ajaib, kalimat sakti di Jakarta saat ini, bila anda tersandung masalah. Ratna Sarumpaet sudah membuktikan. Mobilnya yang parkir sembarangan, yang diderek tidak hanya lepas dari denda tapi dikembalikan! Luar biasa, bukan ngambil sendiri, atau harus bayar denda, malah dikembalikan! Iya sekali lagi dikembalikan, diantar balik. Inilah keajaiban kalimat “Saya Telepon Anies Sekarang”.

Ini pengakuan Ratna Sarumpaet sendiri, bukan hoax, bukan fitnah. Yang diceritakan dengan penuh kebanggaan. Anies siapa yang dimaksud Ratna Sarumpaet? Iya Anies Baswedan Gubernur DKI. Tanpa “ewuh pakewuh” Ratna menyebut Anies, bukan “Pak Anies” bukan pula “Pak Gubernur” tapi “Saya Telepon Anies” yang seolah-olah ingin menunjukkan senioritas dia, langsung panggil nama seseorang atau ingin menunjukkan keakraban.

Lebih dari itu juga, Gubernur DKI pun dipakai untuk mengurus dan meloloskan soal parkir liar.

Duh, dari penutupan jalan, soal becak hingga mobil yang diderek karena parkir liar.

Soal Parkir Liar, Beda Zaman Ahok dan Anies, Menurut Pandji

Setelah ribut “Saya telepon Anies sekarang” kreativitas netizen pun muncul, yang menakjubkan, netizen mengeluarkan jejak digital dari Pandji, Jubir dan Timses Pemenangan Anies Sandi. Yang menarik Pandji pernah ngetwit pengalaman parkir liar zaman Ahok. Twit itu terjadi tahun 2015.

Kalau Ratna Sarumpaet tahun 2018 kena derek gara-gara parkir liar langsung “Saya telepon Anies sekarang” dan mobil dikembalikan, modus yang sama juga dilakukan tahun 2015, oleh Ketua RW–menurut cerita Pandji–namun modus ini mental.

Pandji berkicau tanggal 13 Agustus 2015:

“Si petugas cerita dia pernah derek mobil parkir liar, tenyata punya ketua RW-nya Ahok. Dia ngancem mau nelfon Ahok. Balesan si petugas epik..”

“Telfon Pak Ahok aja, Pak. Paling bapak diomelin, orang ini juga saya disuruh Pak Ahok”| Si ketua RW kaga jadi nelfon :))))

Itulah bedanya era Ahok dan Anies. Era Ahok nama Gubernur tidak bisa dipakai untuk melanggar dan ngeles dari aturan. Kalau Ahok tahu yg dekat dengannya atau pejabat DKI melanggar, akan dimarahi habis-habisan.

Era Anies beda. “Saya telepon Anies sekarang” mujarab benar. Ngeles aturan dan melanggar aturan seperti yang dilakukan Ratna Sarumpaet, dengan modus kolusi dan nepotisme diberi keistimewaan.

Ini baru satu kasus yang ketahuan, bagaimana dengan kasus-kasus lain?

Apakah pengistimewaaan, penegakan hukum tebang pilih akan makin menjamur, yang kata saktinya sudah ada

“Saya telepon Anies sekarang”.

Mohamad Guntur Romli

——-

Ratna Sarumpaet Telepon Anies, Mobilnya yang Diderek Dikembalikan

Ratna Sarumpaet menelepon Gubernur DKI Anies Baswedan saat mobilnya diderek oleh Dishub. Akhirnya, mobil Ratna diurus oleh salah satu staf Anies.

“Itu kan kejadian sekitar jam 09.00 WIB. Sekitar jam 10.00 WIB, saya ditelepon stafnya Pak Anies. Katanya mobil sudah bisa diambil di MT Haryono. Saya bilang, ‘Saya tidak akan ambil mobil saya dari situ, dan saya sampaikan maaf ke Pak Anies,'” kata Ratna saat dihubungi, Selasa (3/4/2018).

http://detik.id/6Yms69