HOAX, Kabar Bohong dan Fitnah Kasus Ratna Sarumpaet dan Bagaimana Tim Prabowo Sandi Terlibat di Dalamnya

Kasus Ratna Sarumpaet bukan kasus kabar bohong yang sederhana, tapi sudah terkait HOAX dan fitnah.

Apa beda kabar bohong, hoax dan fitnah?

Kabar bohong adalah kabar yang tidak sesuai kenyataan.

Dalam KBBI bohong adalah tidak sesuai dengan hal (keadaan dan sebagainya) yang sebenarnya. Namun apabila dikatakan dengan motif, tidak semua kebohongan bermaksud jahat. Ini yang akan membedakan kebohongan dengan penipuan, meski ada irisan yang sama.

Penipuan menurut KBBI, perbuatan atau perkataan yang tidak jujur (bohong, palsu, dan sebagainya) dengan maksud untuk menyesatkan, mengakali, atau mencari untung.

Penipuan jelas ada motif mencari keuntungan dari membohongi pihak lain. Ini sudah jahat.

Contoh kebohongan yang tidak bermaksud jahat ada dalam drama keluarga. Seorang anak merengek-rengek meminta mainan pada ibunya. Ibunya menjawab, “sedang tidak ada duit Nak”.

Meski sebenarnya ibu itu punya duit, tapi dengan menjawab seperti itu, tidak ada niat jahat si ibu. Bisa jadi duitnya untuk keperluan yang lebih penting dari mainan, untuk konsumsi rumah tangga atau menabung untuk keperluan sekolah anaknya.

Contoh lain yang dikenal sebagai “bohong ala dokter”. Seorang dokter untuk memotivasi pasiennya sering “berbohong” soal kondisi pasien yang sebenarnya. “Dok, gimana kondisi saya?” Tanya pasien. Dokter akan menjawab, meskipun kondisi pasien itu makin memburuk “Semakin ada perkembangan baik, yang penting ibu istirahat, minum obat.” Ini bohong tapi bukan menipu. Dokter itu baru disebut menipu kalau ia memalsukan rekaman medik pasien dengan keterangan yang berbeda, agar pasien tetap berobat padanya.

Berbohong dalam kondisi darurat untuk menyelamatkan nyawa. Contoh ini terkenal dalam pembahasan hukum Islam. “Kalau kita diancam mati, untuk mengakui keyakinan yang berbeda, apakah diperbolehkan?” Jawaban umum: boleh. Meski, mati untuk membela keyakinan tetap dianggap lebih heroik (syahid).

Ratna Sarumpaet berbohong pada keluarganya mengenai sebab yang sebenarnya dari lebam di wajahnya. Untuk konteks drama keluarga ini tidak masalah, yang jadi masalah apabila kebohongan ini dipublikasikan dan dijadikan fitnah bagi pihak lain.

Dalam konteks kasus Ratna Sarumpaet, kebohongan sudah bergerak menjadi fitnah. Apa itu fitnah?

Dalam KBBI fitnah disebutkan sebagai “perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang (seperti menodai nama baik, merugikan kehormatan orang)“.

Muka lebam Ratna Sarumpaet disebabkan “penganiayaan oleh 2-3 orang di dekat Bandara Bandung tanggal 21 September malam, dipukuli dalam mobil, terus diseret keluar dan dibuang, kemudian dirawat di sebuah RS di Cimahi dst” adalah narasi kebohongan.

Nah, kemudian narasi kebohongan itu dipakai untuk menjelekkan, menodai dan merugikan pihak lain mulai dari pemerintahan Jokowi, polisi, Tim Jokowi KH Ma’ruf Amin, negara dst adalah FITNAH.

Bagaimana kebohongan dan drama keluarga Ratna Sarumpaet ini bisa berkembang menjadi fitnah?

Tentu saja, ini bukan kerja dia sendirian, apalagi dari tanggal 21 September sampai 3 Oktober pukul 3 sore (sebelum pengakuan dosa), Ratna Sarumpaet tidak pernah berbicara ke publik soal kebohongannya yang kemudian jadi fitnah ini.

Fitnah sering dipadankan dengan kata: HOAX.

Dalam Oxford English Dictionary, ‘hoax’ didefinisikan ‘malicious deception’ atau ‘kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’.

Namun ada ciri khas yang berbeda antara Fitnah dan HOAX. Kalau fitnah sering tidak ada bukti, berupa kebohongan tanpa bukti yang berbentuk tuduhan buruk. Tapi HOAX sering berupa bukti-bukti yang dimanipulasi.

Oleh karena dalam penjelasan Oxford English Dictionary ditambahkan: the evidence had been planted as part of an elaborate hoax atau “bukti telah ditanam sebagai bagian dari elaborasi HOAX.”

HOAX Ratna Sarumpaet disusun berdasarkan bukti-bukti meski dimanipulasi. Ada foto-foto wajah lebam Ratna Sarumpaet. Ada “kesaksian” Fadli Zon dan lampiran fotonya. Ada tanggal kejadian yang disebutkan Rachel Maryam dengan meyakinkan karena ada koreksi dari kejadian “semalam” menjadi “21 September”. Ada tambahan kronologi penganiayaan dari Dahnil Anzar dan lokasinya. Ada kesaksian dari Hanum Rais “melihat, meraba, membedakan bekas lupa operasi dengan bekas tendangan, pukulan” kemudian mempertahankan integritasnya sebagai dokter untuk meyakinkan publik. Deretan bukti dan narasi itu disempurnakan oleh Naniek S Deyang dalam status Facebooknya dalam kronologi yang lengkap.

Jadi HOAX Ratna Sarumpaet dibangun di atas bukti dan narasi yang sempurna. Ada bukti foto-foto, ada kronologi yang menceritakan “5W 1H” atau singkatan yang kita kenal akrab “Asdikamba” (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana).

Bukti-bukti yang dimanipulasi dan narasi HOAX Ratna Sarumpaet yang sudah disempurnakan itu, kejadian diajukan ke Prabowo untuk disajikan ke publik secara lengkap dalam Konferensi Pers.

Lantas di mana letak jahatnya dan kebenciannya dari HOAX Ratna Sarumpaet ini? Cek saja narasi-narasi yang kemudian mereka bangun menggunakan HOAX Ratna Sarumpaet itu untuk menyerang dan membenci pemerintah, khususnya pemerintahan Jokowi, membenci polisi, aparat penegak hukum, Tim dan Pendukung Jokowi KH Ma’ruf Amin.

Mereka menyusun sebuah narasi HOAX untuk membenci pihak lawan, tapi Allah Swt sebaik-baiknya yang menghancurkan makar dan konspirasi, tidak sampai 24 jam, HOAX Ratna Sarumpaet digagalkan dan dibongkar sendiri oleh Ratna Sarumpaet.

Wamakaru wamakarallah, wallahu khairul makirin

Mohamad Guntur Romli

Juru Bicara dan Caleg PSI DPR RI Jatim III

Silakan baca tulisan Guntur yang lain terkait isu Ratna Sarumpaet:

Percaya Hoax Ratna Sarumpaet Adalah Bukti Koalisi Prabowo Sandiaga Uno Tidak Cerdas dan Tidak Mampu Memimpin Negeri Ini

Percaya Hoax Ratna Sarumpaet Adalah Bukti Koalisi Prabowo Sandiaga Uno Tidak Cerdas dan Tidak Mampu Memimpin Negeri Ini

Ratna Sarumpaet Bukan Penyusup di Tim Prabowo Sandiaga Uno

Ratna Sarumpaet Bukan Penyusup di Tim Prabowo Sandiaga Uno

Mengapa Prabowo, Sandi, Dahnil, Hanum, Fadli Zon Cs Bukan “Korban Kebohongan” Ratna Sarumpaet?

Mengapa Prabowo, Sandi, Dahnil, Hanum, Fadli Zon Cs Bukan “Korban Kebohongan” Ratna Sarumpaet?

Fadli Zon vs Pengacara Ratna Sarumpaet: Siapa Sutradara HOAX Sesungguhnya?

Fadli Zon vs Pengacara Ratna Sarumpaet: Siapa Sutradara HOAX Sesungguhnya?