Ratna Sarumpaet Bukan Penyusup di Tubuh Tim Prabowo Sandi

Kisah Sayang Antara Prabowo Subianto dan Ratna Sarumpaet

Setelah drama hoax Ratna Sarumpaet terbongkar dan Tim Prabowo Sandi menanggung malu serta siap-siap menunggu dipanggil polisi, mulailah narasi kebohongan baru dibangun: Ratna Sarumpaet adalah penyusup di Tim Prabowo Sandi.

Narasi kebohongan baru ini dibangun untuk menjatuhkan Ratna Sarumpaet setelah satu hari sebelumnya mereka ikut membangun narasi kebohongan “penganiyaan Ratna Sarumpaet”, bahkan memujinya seperti Tjuk Nyak Dien dan Kartini serta dibela dengan linangan air mata buaya Hanum Rais. Namun tak sampai 24 jam setelah mereka memuja-muji Ratna Sarumpaet, golongan yang sama memaki-maki Ratna Sarumpaet dengan sebutan pembohong, bajingan dll.

Narasi kebohongan bahwa “Ratna Sarumpaet” adalah penyusup di Tim Prabowo dibentuk secara langsung dan tidak langsung. Yang langsung melalui akun-akun anonim yang beredar di media sosial, bahwa Ratna Sarumpaet adalah penyusup. Secara tidak langsung disampaikan oleh Dahnil Anzar Simanjuntak, Juru Bicara Tim Prabowo Sandi kalau mereka “sedang bersih-bersih dari penyusup”. Mustofa Nahra, Caleg kutu loncat  dari PKS ke PAN yang dilaporkan beberapa kasus penyebaran kebencian dan hoax meneruskan sebuah postingan dari akun anonim Ratna Sarumpaet sedang memakai baju kotak-kotak dengan salam metal tiga jari, busana yang identik dengan Jokowi.

Ratna dan Prabowo: Sama-sama Anak Pemberontak PRRI

Padahal hubungan antara Ratna Sarumpaet dan Prabowo Subianto adalah hubungan yang sangat kuat dan dalam, bahkan sebelum keduanya bertemu dan bekerjasama sama. Karena baik ayah Prabowo: Soemitro Djojohadikoesoemo dan ayah Ratna Sarumpaet: Saladin Sarumpaet sama-sama pemberontak yang bergabung dengan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia).

Dalam Kabinet PRRI Soemitro Djojohadikoesoemo sebagai Menteri Perhubungan dan Pelayaran sementara Saladin Sarumpaet sebagai Menteri Pertanian dan Perburuhan. (Sumber)

Memang benar Ratna Sarumpaet mendukung Jokowi di Pilada DKI tahun 2012, tapi karena waktu itu Prabowo Subianto juga mendukung Jokowi. Setelah itu Ratna Sarumpaet memang mem-bebek pilihan Politik Prabowo Subianto, baik dalam Pilpres 2014, Pilkada DKI 2017, hingga Pilkada 2018. Ratna Sarumpaet adalah komandan lapangan barisan Prabowo Subianto yang aktif menyerang lawan-lawan Prabowo, sampai menghalalkan cara yang memalukan misalnya sempat meminta ibu Jokowi tes DNA untuk membuktikan Jokowi adalah anak sahnya. Bayangkan, seorang ibu dan perempuan bisa bersuara seperti ini pada perempuan yang lain, kecuali seorang ibu dan perempuan yang sudah kehilangan nurani dan kewarasannya.

Mutiara Sarumpaet, Kakak Ratna Sarumpaet Dewan Pakar dan Caleg DPR RI dari Gerindra

Kakak Ratna Sarumpaet, Mutiara Sarumpaet Sani adalah anggota Dewan Pakar Gerindra dan pernah menjadi Partai Gerindra tahun 2014 dari Dapil Kalimatan Barat dengan nomer urut 3. (Sumber)

Maka, hubungan sejarah antara ayah mereka, Soemitro dan Saladin dilanjutkan secara erat oleh Mutiara Sarumpaet dan Ratna Sarumpaet.

Atiqah Anak Ratna Terlibat dalam Film Propaganda Hasjim, Adik Prabowo

Atiqah Hasiholan, putri Ratna Sarumpaet, aktris berbakat dan populer terlibat dalam dua sekuel terakhir dari trilogi film propaganda yang dibuat oleh Hashim Djojohadikusumo: Merah Putih (2009), Darah Garuda (2010) dan Hati Merdeka (2011) sebagai Lastri. Film propaganda ini dibuat untuk mengubah citra leluhur Prabowo dan Hashim dari bapak mereka Soemitro yang pernah terlibat dalam pemberontak PRRI ke cerita kakek mereka: Margono Djojohadikusumo dan kedua paman mereka yang memang pejuang:  Kapten Anumerta Soebianto Djojohadikusumo dan Taruna Soejono Djojohadikusumo. Dan tentu saja baik Prabowo dan Hashim tidak akan pernah membuat film khusus untuk ayah mereka: Soemitro Djojohadikusumo yang pernah terlibat dalam pemberontakan PPRI karena tidak bisa mengubah sejarah.

Namun faktor kedekakatan antara Prabowo dan Ratna baik secara (1) historis relasi ayah yang sama-sama pemberontak, (2) politis: kakak Ratna Caleg Gerindra dan (3) ekonomis: keterlibatan anak Ratna dalam film Hashim, tidak lah sekuat hubungan yang sebenarnya antara Prabowo Subianto dan Ratna Sarumpaet secara langsung yang sudah dibangun dalam hampir dekade terakhir ini.

Ratna Sarumpaet ibarat Valak yang menakutkan bagi lawan-lawan Prabowo sekaligus Komandan Lapangan bagi barisan pendukung Prabowo, dengan kenekatan, keberanian, provokasi dan menghalalkan segala cara untuk membela Prabowo dan menyerang lawan-lawan Prabowo. Hingga Ratna Sarumpaet menjadi tokoh penting dalam Tim Pemenangan Prabowo Sandi, sebagai salah seorang juru kampanye nasional. Dan Ratna Sarumpaet menyambut posisi ini dengan penuh semangat dan gembira, sampai-sampai lupa umur sudah 70 tahun tapi karena ingin tampil dengan wajah kenceng di televisi dan di publik umum sebagai Juru Kampanye Prabowo Sandi, Ratna Sarumpaet pun menyedot lemak di wajahnya dan melakukan operasi plastik. Inilah bentuk “pengorbanan” Ratna Sarumpaet pada Prabowo.

Kedekatan Prabowo dan Ratna Sarumpaet inilah yang membuat Prabowo jatuh hati dan tidak menyimpan marah dan dendam padanya meskipun Ratna Sarumpaet sudah membohonginya. Prabowo tidak pernah memecat Ratna Sarumpaet, sementara Ratna masih mengirimkan surat yang puitis dan mesra terkait pengunduran dirinya. Dan meksipun tidak lagi dalam Tim Pemenangan Prabowo Sandi, Ratna Sarumpaet masih berjanji akan “berjuang untuk kemenangan Prabowo Sandi”.

Soal hoax yang dibangun oleh Ratna Sarumpaet memang tidak semua kesalahan Ratna, kalau Prabowo percaya cerita khayal Ratna yang dituturkan secara pribadi ini sebenarnya hanyalah kebodohan yang bersifat personal, tapi saat Prabowo mengumumkan hoax itu melalui siaran langsung di televisi, ini bukan lagi salah Ratna (yang hanya menyampaikan secara pribadi) tapi sudah tanggung jawab Prabowo yang mengumumkan kebohongan soal penganiyaan Ratna Sarumpaet itu pada publik.

Saat Ratna Sarumpaet menyampaikan kebohongan pada Prabowo secara pribadi, dalam posisi ini: Prabowo dibohongi oleh Ratna. Tapi saat Prabowo mengumumkan kebohongan ini pada publik, ia sudah bergerak dari orang yang dibohongi secara pribadi menjadi pembohong yang menyampaikan kebohongan secara massal.

Dan Prabowo sadar, semua itu bukan hanya kesalahan Ratna Sarumpaet, dirinya juga ikut berperan. Makanya meskipun dia sudah “dikadali” Ratna Sarumpaet yang mendorong dia menjadi pembohong massal dengan mengumunkan cerita khayalan Ratna Sarumpaet, Prabowo masih bisa mengatakan: “Prabowo: Saya Sangat Sayang Ratna Sarumpaet sebagai Pribadi” (detik.com/Rabu 03 Oktober 2018, 21:31 WIB).

Maka jangan tuduh Ratna Sarumpaet sebagai penyusup di Tim Prabowo Sandi, karena seperti yang disampaikan oleh Prabowo secara langsung dia sangat sayang pada Ratna Sarumpaet sebagai pribadi.

Mohamad Guntur Romli