Tokoh Hamas “Berperang” dengan Israel dari Hotel Bintang Lima.

Saat militer Israel menyerang Jalur Gaza selama 11 hari dari tanggal 10-21 Mei 2021, di mana kah tokoh-tokoh Hamas?

Ternyata ada di hotel bintang 5 Doha ibu kota Qatar.

Ismail Haniyyah (kiri) Ketua Biro Politik Hamas Dalam Negeri dan PM Palestina versi Hamas, sementara Khalid Mashal (kanan) Ketua Biro Politik Hamas untuk Luar Negeri (foto 1).

Khalid Mashal memang sudah tinggal di Doha Qatar sejak tahun 2012, setelah diusir Suriah karena mendukung Kelompok Anti Presiden Suriah Bashar Assad. Nah kelompok yang ingin menjatuhkan Bashar Assad itu didukung penuh oleh Qatar.

Padahal Khalid Mashal diberi tempat dan dilindungi oleh Assad serta tinggal di Damaskus Suriah selama 11 tahun. Ibarat susu dibalas air tuba dengan mendukung kelompok anti Assad yang didukung oleh Qatar dan ternyata Khalid Mashal lebih loyal ke Qatar, Khalid pun diusir dari Damaskus Suriah dan kini berlindung di Qatar.

Di Doha, Khalid tinggal di kawasan mewah sekelas hotel bintang lima, lengkap dengan penjagaan 24 jam (foto 2).

Sedangkan Ismail Haniyyah muncul di Doha Qatar tanggal 16 Mei menghadiri Festival Palestina Bangkit Melawan (Mahrajan Filisthin Tantafidh) yang diselenggarakan di halaman Masjid Negara Qatar yang bernama Masjid Imam Muhammad bin Abdul Wahab (Iya! Muhamad bin Abdul Wahab Pendiri Wahabi). Nama Masjid Negara Qatar memang Pendiri Wahabi. Dan penduduk Qatar mayoritas berpaham Wahabi.

Terekam kamera Ismail Haniyyah mengacungkan simbol V dari dalam mobil mewah dengan penjagaan ketat (foto 3).

Dalam acara itu, Ismail Haniyyah berpidato yang disiarkan live di Aljazeera kantor berita milik Qatar. Cuplikan pidatonya yang mengungkapkan rasa terima kasih pada Qatar ada di tautan ini

Selama di Doha, Ismail Haniyyah juga terekam jalan-jalan di Pasar Waqif, dikerubungi dan diajak swafoto (selfie). Pasar Waqif adalah destinasi belanja dan wisata di Doha.

Video itu diposting oleh Letjen Dhahi Khalfan Tamim, Wakil Kepala Kepolisian Dubai yang punya pengikut 2,9 juta. Dhahi pernah membongkar kasus pembunuhan tokoh Hamas Mahmud Mabhuh tahun 2010 yang ditengarai dilakukan oleh agen intelejen Israel Mossad di Dubai. Dan Dhahi sendiri mengaku mendapat ancaman dari Mossad.

Setelah terjadi gencatan senjata antara militer Israel dan Hamas tanggal 21 Mei, muncul foto Ismail Haniyyah sedang sujud syukur kemenangan di ruangan hotel di Doha Dubai (foto 4) bukan di Gaza yang hancur karena serangan Israel.

Muncullah kritik dan ledekan untuk fonomena elit-elit Hamas itu di Netizen Arab di Timur Tengah dengan istilah “Jihadul Fanadiq” (Jihad Hotel Bintang 5).

Kerena kontrasnya nasib elit-elit Hamas yang ada di Doha Qatar dengan rakyat di Jalur Gaza yang sedang diserang oleh militer Israel.

Dan Khalid Mashal, Ismail Haniyyah sedang “berjihad” dan “berperang” melawan tentara Israel dari hotel bintang lima Doha Qatar.

Mohamad Guntur Romli