Kalau Bukan karena Jenderal Dudung, Pengikut Bahar dan Rizieq Masih ‘Sembah’ Baliho

Penjara tidak membuat Bahar jera. Malah semakin jemawa. Terbaru dia menyerang KASAD Jenderal Dudung Abdurachman dan berupaya melecehkannya. Kata Bahar “kalau bukan karena ulama Arab, Si Dudung masih menyembah pohon”.

Tapi Bahar tampaknya salah tembak. Karena leluhur Jenderal Dudung pun tak pernah menyembah pohon. Menurut Habib Muannas Alaidid, Jenderal Dudung Abdurachman masih keturunan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.

Sunan Gunung Jati merupakan salah seorang dari Wali Songo yang berjasa menyebarkan Islam di Nusantara, khususnya di Cirebon, Jawa Barat, Banten, Jakarta dan Pulau Jawa.

Jenderal Dudung Abdurachman menjadi sasaran kemarahan dan kebencian Bahar karena tindakan Jenderal Dudung saat menjadi Pangdam Jaya menurunkan dan mencopoti baliho-baliho bergambar Rizieq di seluruh Jabodetabek.

Baliho-baliho Rizieq saat itu dipasang secara sembarangan dengan kata-kata yang pvovokatif berisi ajakan revolusi. Saat Satpol PP menertibkan, tapi dilawan dan dinaikkan kembali oleh Laskar FPI yang waktu itu belum dibubarkan.

Yang aneh pula, baliho-baliho Rizieq saat itu diperlakukan seperti disembah. Beberapa rekaman video waktu itu yang viral memperlihatkan para pendukung Rizieq dan Bahar seakan-akan menyembah baliho.

Mereka berbaris, bernyanyi-nyanyi, dan berteriak takbir sambil menghadap baliho Rizieq. Ada pula yang berdoa sambil menghadap baliho Rizieq yang jumbo.

Tindakan mereka, kala itu, mengingatkan saya pada tata cara ibadah orang-orang Yahudi, yang berdiri, mengangguk-angguk, dan berdoa di hadapan tembok ratapan.

Beberapa kompilasi videonya ada di sini:

Kemarahan Bahar, bisa jadi karena Jenderal Dudung Abdurachman telah menghancurkan ‘sesembahannya’ yakni baliho jumbo Rizieq kala itu.

Saya jadi teringat kisah dalam Al-Quran, Namrud yang marah besar pada Nabi Ibrahim yang menghancurkan berhala-berhalanya.

Seharusnya, Bahar dan pengikutnya, berterima kasih kepada Jenderal Dudung yang menghancurkan baliho Rizieq, mereka beribadah bisa lepas dari syirik, karena kalau tidak ada Jenderal Dudung, Bahar dan pengikutnya masih “menyembah” baliho.

MOHAMAD GUNTUR ROMLI